Kamis, 02 Februari 2017

OCEHAN PAGI INI

SMaWida, Feb. 3rd 2017. 7.10 a.m
Nice morning.. meski ada sedikit ini itu yang agak bikin sebel bin pegel.. that's fine.. (it's not the place for "curcoling" you know...huh..!).. Ah..Guru juga manusia..

First class di hari ini adalah kelas 7A. Kelas yang biasanya bikin males guru - guru buat masuk karena saking "aktif"nya para laskar kecil didalamnya (Ommmoooo...). Seperti biasa, masuk kelas.,pasang wajah dan senyum manis dibibir yang dipoles pink ala artis Korea, dengan harapan para laskar lebih semangat belajar karena berhadapan dengan wajah yang segar (Ekspektasi..). Dan seperti biasanya juga, harapan yang tadinya membuat semangat untuk mengajar tiba - tiba punah seperti Dinosaurus yang suka difilmkan orang - orang barat itu. Para laskar kecil itu menyambut senyum manis ini dengan penampilan yang berantakan tanpa atribut lengkap sesuai dengan peraturan.

Akhirnya, guru yang tadinya berekspektasi dengan penampilan "Song Hye Kyo" dengan tiba - tiba harus menghadapi realita berubah menjadi "Mamah Dedeh" untuk sementara. Duduk dibalik meja guru dan memulai ceramah paginya dengan bersemangat.

Kami pun heran, apa susahnya memakai baju dengan rapi. Memakai atribut lengkap. Dan menghindari omelan - omelan yang saya yakin mereka juga sudah bosan mendengarnya. Bagi saya pribadi semasa sekolah, memakai baju dengan rapi dan atribut lengkap bukanlah keterpaksaan mentaati peraturan, akan tetapi suatu kebutuhan untuk berpenampilan bersih dan rapi. Mungkin karena ibu saya tercinta selalu membiasakan seperti itu sejak kecil. Dan saya sangat yakin itu baik.

Bukankah budaya kita juga mengajarkan begitu? First impression is so important. Orang tidak melihat kita pertama kali dari karakter kita bukan?? Orang yang belum pernah mengenal kita pasti melihat kita dari apa yang mereka lihat dari kita pertama kali, yaitu penampilan. Sepandai apapun kita, sekaya atau setenar apapun kita, kalau penampilan kita kotor dan berantakan, pasti orang juga akan underestimate pada kita. Maka dari itu, kami selalu menekankan pada para laskar untuk selalu berseragam dengan rapi dan memakai atribut dengan lengkap. Selain itu baik bagi mereka, hal tersebut juga berpengaruh pada penilaian masyarakat terhadap diri mereka pribadi, keluarga, juga identitas sekolah yang mereka pakai. Tapi terus terang itu bukan hal yang mudah bagi kami para guru untuk membiasakan mereka untuk berpakaian rapi. Entah karena mungkin bukan kebiasaan mereka sedari kecil atau karena sudah begitu terpengaruh dengan teori "Gaul" anak - anak jaman sekarang yang meyakini bahwa semakin berantakan berarti semakin "Ok".

Dan begitulah pagi ini..
Yang seharusnya kami isi jam pertama dengan Seni dan segala keindahannya (Guru Seni Budaya KW yang sok Seniman banget..), berakhir dengan kenyataan harus mendengarkan konser tunggal "Mamah Dedeh" versi KW 5. Ceramah.. Omelan... dan Nasehat yang datang bertubi - tubi menghiasi kelas 7A pagi ini. 1 jam full dengan suara merdu guru seni yang bersemangat uring - uringan. Dari omelan tentang seragam hingga merembet ke masa depan. Apa hubungannya?? Itu pasti yang ada dalam benak para laskar dan juga anda. Ada! Tentu ada. Apa yang kamu buat sekarang menentukan apa yang akan terjadi di masa yang akan datang. Contoh saja, kebiasaan bermalas - malasan atau menunda pekerjaan. Jika itu tidak ditinggalkan mulai dari sekarang, apa yang terjadi? Sudah pasti kerugian. Kerugian beruntun yang datang silih berganti. Pekerjaan yang menumpuk yang akhirnya dikerjakan dengan tergesa. Hasil yang tidak maksimal. Penilaian yang buruk. Dan berakhir pada ketidakpercayaan orang pada kita. Fiuhh... separah itu akibatnya..

Untuk itulah mengapa saya anggap omelan - omelan saya lebih penting dari semua pelajaran yang saya ampu. Mata pelajaran akademik bisa dengan mudah mereka pelajari dari berbagai sumber. Akan tetapi, pembentukan karakter dan penanaman akhlaqul kariimah akan jauh lebih sulit untuk dilakukan jika tidak melalui pembiasaan yang berulang - ulang. Sepandai dan secerdas apapun seseorang, dia tidak akan berhasil untuk menjadi seorang yang lebih baik jika tidak memiliki akhlak yang baik. Itulah mungkin yang membuat saya lebih banyak menghabiskan waktu untuk "mengomel" dibandingkan teori pelajaran yang sudah tertera dengan jelas di buku. Bagi saya, menjadi guru bukan hanya untuk mengajar, tetapi juga harus cekatan dalam mendidik. Dan tentu, Pendidikan harus lebih diutamakan dari pada Pengajaran. Benahi dulu akhlaknya, baru kita tingkatkan kualitas intelektualnya.. wew..keren kann...?!

Berawal dari seragam yang berantakan dan atribut seragam yang tidak lengkap, akhirnya ocehan saya merembet kemana- mana. Laskar yang suka membuat masalah dan berujung pelanggaran, hingga seberapa besar para laskar telah bertanggung jawab atas amanah yang diberikan oleh orang tua mereka untuk menuntut ilmu di sekolah ini. Bahasan terakhir itulah yang tanpa saya duga sebelumnya mampu membuat sebagian besar laskar di kelas 7A sedikit terisak menahan air mata.

Yup!! Orang tua.. bagi saya sendiri pun, Orang tua adalah "My Weakness". Setangguh - tangguhnya saya.. segalak - galaknya saya.. kalau sudah menyangkut orang tua dan segala yang pernah beliau berdua lakukan untuk kita.. "melting" lah saya.. . Mungkin seperti itu juga yang ada dalam benak para laskar ketika saya memulai tema orang tua dalam ocehan saya. Sedih.. trenyuh.. merasa bersalah.. dan bagi para laskar yang orang tuanya merantau diluar kota atau bahkan luar pulau, bahkan mereka mungkin akan menjadi sangat merindukannya.

Maafkan guru mu ya, nak.. yang sudah mempermainkan emosi kalian dengan menghadirkan sosok orang tua dalam ocehan pagi tadi. Ini adalah satu jalan untuk mengingatkan kembali bahwa kalian harus terus meluruskan niat belajar kalian di sekolah ini. Bahwa Bapak dan ibu kalian menunggu kabar baik kalian dengan ikhlas, bekerja keras dan berusaha sekuat tenaga untuk mencukupi kebutuhan kalian, mempersembahkan yang terbaik dan layak bagi kalian, dan berharap kalian memiliki kehidupan yang jauh lebih baik dari beliau.


Cobalah kalian bayangkan, apa yang sedang orang tuamu kerjakan sekarang disaat kalian duduk ditempat yang teduh dan nyaman dengan hanya memiliki kewajiban untuk belajar? Diluar sana, orang tua kalian berpanas- panasan diladang, berusaha menjual barang dagangan dipasar, mengangkat bahan - bahan bangunan yang berat, berjalan jauh untuk mendapat sedikit nafkah demi kalian. Sedangkan disaat yang sama juga, sebagian dari kalian malah belajar dengan seenaknya, bahkan banyak membuat masalah disekolah, melanggar peraturan, dan menyebabkan orang tua dipanggil pihak sekolah untuk mempertanggungjawabkan kenakalan anaknya.Mereka sama sekali tidak mengeluh. Pun mereka sama sekali tidak berharap balasan dari kalian. Satu kebanggaan yang dapat kalian buat dengan cara menjadi anak yang baik pun sudah lebih dari cukup bagi mereka. Apakah hal kecil itu pun tidak mampu kalian buat??
Letih.. lelah.. keringat.. semua itu akan hilang dengan sendirinya hanya dengan melihat kalian menjadi anak - anak yang baik.. sholeh.. tidak neko - neko.. apalagi dengan dibarengi prestasi yang membanggakan.
Jadilah orang yang sukses.. yang mampu membuat kedua orang tuamu duduk berbahagia dan bangga melihat mu dihari tuanya.

Sebenarnya, itu tadi hanya sebagian kecil dari ocehan saya dikelas pagi ini. Bagaimanapun, dulu saya pernah ada di posisi mereka dan sekarang saya berada di posisi orang tua saya. Dari kedua posisi itu saya pun belajar dan membagi sedikit sekali pengalaman saya untuk para laskar sebagai "reminder" agar mereka menjadi pribadi - pribadi yang lebih baik dimasa depan.

Laskarku tercinta.. Ayo.. luruskan kembali niatmu untuk belajar dengan baik.. ubah mindset mu dari "belajar itu wajib untuk anak seusiamu" menjadi "belajar untuk mencari ilmu yang bermanfaat".
Jangan takut dan putus asa dengan kondisi yang tidak memungkinkan kalian untuk terus melanjutkan studi. Teruslah berusaha dan berdoa karena Allah akan membukakan jalan kemudahan bagi hambanya yang tanpa lelah berusaha.

Teruslah memiliki mimpi dan jangan takut, karena kita mempunyai Allah Ar Rahmaan Ar Rahiim.

Senin, 18 April 2016

SerBa - SeRBi UJiaN..... SCaRy.....!!!

Examination... Test... Ujian.. atau apalah itu namanya...

Adalah sesuatu yang menegangkan, mengerikan, menakutkan, sesuatu yang menentukan dan harus dengan baik dipersiapkan... Tapi itu dulu... jaman kita yang sekarang sudah jadi guru. Mungkin suatu hal yang berbeda bagi para Laskar yang Notabene adalah kategori "Anak Jaman Sekarang".
Bagi kami dahulu, kata ujian bisa dikatakan sebagai penentu nasib selanjutnya. Bukan berlebihan, tapi memang benar seperti itu. Saat ujian adalah saat-saat dimana kita akan belajar dengan sangat giat bahkan sampai tidur pun diabaikan. Mencari buku referensi kesana-kemari, me'Lobi" teman atau kakak untuk mengajari, hingga bagi sebagian dari teman kita pun dengan sibuknya merangkum buku atau pun catatan agar bisa dipakai belajar di angkutan umum atau pun saat berjalan kaki menuju sekolah.

Namun, itu dahulu.....   Apakah sama hal nya dengan para Laskar di masa sekarang...???
Hmm.. Tentu berbeda..

Ujian... Seperti yang kami lihat sekarang, kelihatannya Ujian bukanlah "Sesuatu" bagi para laskar. Meski ujian sudah didepan mata, para Laskar masih saja terlihat santai dengan kegiatan sehari - hari mereka, bermain..dan sedikit belajar. Tak terlihat jelas sedikit pun diwajah mereka apa yang kami sebut dengan "ketegangan menjelang ujian". Masih saja santai, relax, dan tanpa beban. Bagus mungkin bagi kondisi psikologis mereka, tapi tidak pastinya untuk kesiapan mereka.

Bukan hanya terihat dari wajah polos mereka, dari hasil latihan ujian pun membuktikan bahwa mereka masih menikmati hari-hari mereka tanpa sedikit pun terganggu dengan jadwal ujian yang sudah terpampang nyata ditembok kelas mereka. Kami para guru pun sudah bersiap-siap dengan usaha yang paling maksimal, dengan nasehat-nasehat dan juga kata-kata mutiara yang paling dalam sekalipun supaya mereka lekas sadar lalu bangkit dari kesantaian mereka. Tapi sepertinya itu juga bukan senjata yang ampuh bagi mereka. Hhhh... Kami harus bagaimana lagi???

Ups...!! But it won't be us if we give up.. HaHa..
Kami para guru SMaWida tidak akan menyerah begitu saja sampai dititik ini.. We'll fight..!! (Hallahh..)

Ya! Kami belum pantas disebut guru yang pandai kalau kami belum bisa membuat para Laskar yang belum siap menjadi sangat siap...
Lalu.. Bagaimana caranya..?? Pasti ada banyak cara.. Dan ini dia... Cara-cara kami untuk membuat para Laskar siap..

  • Menceritakan pengalaman kami saat menjadi siswa seperti mereka dulu. Harapannya, para Laskar akan sadar bahwa ternyata momen ujian adalah momen yang sangat penting bagi masa depan mereka. Jika tidak dipersiapkan dari sekarang.... Kapan Lagi..??!!

  • Menempel gambar Piagam Penghargaan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang kami dapat tahun lalu atas Integritas yang tinggi dalam pencapaian nilai UN yang baik... Semoga, cara ini juga dapat memotivasi mereka dalam belajar.. Jangan sampai kalah dengan kakak - kakak Laskar yang telah lulus dengan nilai yang baik tahun lalu.

  • Lebih sering mengajak anak-anak ngobrol tentang mimpi, masa depan, dan cita-cita.. Dengan cara ini, para Laskar paling tidak akan mengingat impian dan cita-cita mereka, lalu memikirkan cara terbaik untuk meraihnya. Dan bagi para laskar yang belum mempunyai mimpi, ini akan menjadi inspirasi bagi mereka untuk mulai memiliki mimpi. Karena mimpi merupakan nyawa yang akan menggerakkan mereka untuk berpikir dan berusaha serta mengubah mindset mereka dala menjalani kehidupan. Terlebih lagi, mimpi dan cita-cita akan menunjukkan jalan mana yang harus mereka pilih. Karena dalam hidup akan banyak terdapat pilihan. (Ciiee... serius amat yakk...)

  • Membandingkan sekolah ini dengan sekolah lainnya. Bukan mencoba mencari-cari kelebihan atau kelemahan sekolah lainnya. Akan tetapi, kelebihan sekolah lain akan bisa dijadikan contoh yang baik, dan sebaliknya, kelemahan sekolah lain akan bisa menjadi pembelajaran. Dengan begitu maka para Laskar akan jadi tahu apa yang harus ditambah dan apa yang harus dihilangkan dari sekolah ini.

  • Semangat.. Semangat... dan Semangat.. Selalu satu hal ini yang disisipkan dalam setiap pembelajaran. Supaya jiwa mereka terbakar dengan motivasi sehingga para Laskar dengan sendirinya meningkatkan kualitas diri sendiri.
Itulah sedikit cara yang telah kami coba lakukan untuk meningkatkan semangat belajar para Laskar. 
Semoga dengan cara - cara sederhana ini kami bisa mengubah semangat para Laskar yang masih pada level bawah ke level selanjutnya... Dan harapan kami, para Laskar akan dapat menghadapi ujian dengan siap dan dapat mencapai hasil yang memuaskan... Aamiin...

Tetap semangat teman.. Lakukan yang terbaik untuk para Laskar kita... Fightiiiing...!!!

Dan untuk para Laskar kami yang Handal... Ayo.. Mana Semangat Laskar Kalian... Belajar untuk menjadi lebih baik lagi...

GooD LuCK FoR The FiNaL EXaM....!!!!


Selasa, 05 April 2016

TOFU DAY...... FUN DAY............

Hai guys...
Rehat sejenak disela - sela sibuknya agenda yang datang bertubi - tubi tanpa rasa belas kasihan...( hahaha.. Curhat Total...) Banyak banget aktivitas di bulan April hingga Mei nanti. Ujian Sekolah... Try Out Bersama.. Ujian Nasional... dan Akreditasi.. Meski bingung harus memulai dari yang mana, tapi tetap semangat aja.. Fighting!! (Kata group pecinta K-Drama dikantor kecil ini...hihi)
Stop..stop curhatnya..
Late Post sihh..tapi seru juga buat diulas. Serunya hari sabtu yang "HarPitNas" itu. Ya.. Sabtu, 26 Maret lalu, karena hari itu diapit 2 hari libur, biasanya para laskar pasti resah dan gelisah jika tetap full belajar dikelas. So kita putuskan kalau hari itu dipakai untuk kegiatan yang fun aja. Bingung juga tadinya mau bikin acara apa.. lomba - lomba juga baru saja usai classmeeting kemarin. Karena kita adalah guru-guru profesional yang "Demen Makan" maka dari itu tercetuslah acara Cooking Class dengan harapan akan ada berbagai macam makanan tercipta dan tersaji di sekolah..(hahaha..). Awalnya bingung juga menentukan bahan dasar masakan. Bahan apa yang irit, banyak, dan semua suka juga fleksibel buat dibikin apa aja. Finally.. muncullah ide "TAHU" untuk bahan dasarnya..
Tarrraaaaa..... This is it.......

Keren kan posternya.... haha..sambil promo..

Para Laskar sudah bersiap - siap sejak hari kamis siang untuk membuat tungku dibelakang sekolah. Dengan semangat mereka membagi lahan kosong itu agar cukup untuk tempat "eksekusi" semua Laskar. Setelah semua siap mereka pulang dengan bersemangat untuk mempersiapkan lomba hari sabtu nanti. Tapi, ternyata.. tidak sesuai dengan apa yang diperkirakan, Kamis malam itu hujan turun dengan deras. Tempat yang telah ditata para laskar untuk membuat tungku basah dan becek, tentu saja, tungku yang telah dibuat dengan rapi basah. Hhhh.. Sabar..tetap tenang.. Akhirnya sebagian Laskar memutuskan untuk menggunakan kompor Gas untuk memasak dan tempat yang dipakai adalah ruang kosong disudut belakang sekolah. 

Dan... tibalah hari "eksekusi"     ToFu DaY CooKiNG CLaSS..   Semangaaaattttt...!!!! ^0^


Laskar terbagi menjadi 12 Team yang terdiri dari 6 Team Putra dan 6 Team Putri yang telah mempersiapkan Resep -Resep kejutan untuk diolah dan disajikan. Eksekusi dimulai dari jam 7 pagi dengan batas waktu maksimal 3 jam. Setiap team harus dapat menyajikan 2 macam sajian baik berupa camilan atau pun masakan. Unbelieveable!! Ternyata masing - masing team terdiri dari chef yang bisa dibilang handal. Diluar perkiraan kami, ternyata para laskar benar - benar kreatif. Dengan antusias, mereka mengeksekusi tahu menjadi sajian - sajian yang terlihat menarik dan mengundang selera.. Dan dengan segala tingkah polah mereka, saat itu menjadi momen yang sangat seruu...


AzRuL.. Salah satu Laskar kami yang jago masak.. tapiii...haha..tidak perlu diceritakan... Dia pasti akan muncul padacerita selanjutnya..




Laskar Putri kami yang handal tetap narsism meski sibuk dengan pisau..penggorengan.. dan Tahu...hihi...



Seriusnyaaa....



Laskar Putra yang ternyata hobi masak juga...



Ini dia... Team Laskar Putra yang masih tetap berjuang dengan tungkunya.... Fightooo..!!!


Itu tadi sekilas gambaran tentang bagaimana ToFu Day kami. Banyak ternyata yang dapat dipelajari para Laskar dari kegiatan yang seru ini. Belajar mengerti bagaimana sulit dan repotnya mengolah sesuatu tentunya, sehingga kedepannya mereka akan selalu bisa menghargai hasil karya orang lain. Selain itu, belajar untuk bisa bekerja sama dan me-manage sesuatu, itulah poin penting yang bisa dipelajari di hari itu. Dan yang paling menyenangkan adalah dimana mereka akhirnya bisa mengerti indahnya berbagi dengan Laskar lainnya..dan tentu saja dengan guru-guru nya.. hahaha...


Ini diaaa... Azrul dengan gaya "Khas" nya...   OMG...!!!


Meja - meja cantik yang sudah rapi menanti Sajian Lezat para Laskar








Sibuukkkknyaaaa...........

Keren ya... Para Laskar yang biasanya sibuk belajar dan tak lupa sibuk usil serta gaduh, ternyata handal juga dalam Team Work... Salut bangettt...
Dan setelah beberapa waktu bergelut dengan asap, bumbu, dan alat dapur... Akhirnya... This is Itttt....
The Result....














Inilah karya para Laskar.......

Yummmyyyy.... Nggak kalah sama yang di resto - resto or cafe.. Kerenn bangett kaliann...!!

Dan inilah tugas mulia yang paling kami nantikann... Menjadi Juri Cooking Class...hahahaha...
Indahnya berbagi.....^0^
Langsung aja....    Serbuuuuuuu.....!!!








Finally... Selesai juga segala aktivitas seru ToFu Day ini... 
Ternyata, belajar bukan hanya membaca atau menulis dikelas.. Belajar juga bisa kok dengan cara seru.. Seperti Cooking Class kami...

Thanks for visit.. Wait for our another exciting post... See ya!!


Sampai Jumpa kawanku... Semoga kita selalu... Menjadi Sebuah Kisah Klasik Untuk Masa Depan....
(Kebetulan lagu SO7 yang diputar di Radio...^0^ )

Selasa, 29 Maret 2016

Here We Are...

Alhamdulillahirabbil'alamin ...
Akhirnya... BloG ini dibuat juga.. 
SMP Ma'arif Widodaren tercinta ini. Sekolah kecil dan sederhana dengan mutu pendidikan yang InsyaAllah kami usahakan untuk menjadi "Luarr Biasaaa".. Amiinn..

Kesan pertama bagi semua yang pernah masuk ke sekolah ini pasti sama, sekolah kecil di pelosok desa..dengan bangunan pun fasilitas yang sederhana. Akan tetapi, entah mengapa setiap siswa yang telah lulus dari sekolah ini merasa rindu dan ingin kembali lagi untuk belajar dan bermain di sekolah ini. Cara mendidik yang bersahabat... Pendidik yang ramah dan penuh rasa sayang (Pe Dee... hehehe).. dan juga kegiatan - kegiatan sekolah yang kreatif juga menyenangkan..

 Sekolah ini adalah sebuah sekolah menengah berbasis Pondok Pesantren yang didirikan 10 tahun yang lalu, tepatnya di tahun 2006. Dengan segala fasilitas dan tenaga yang terbatas, sedikit demi sedikit sekolah ini mengalami banyak sekali kemajuan yang sangat berarti. Mulai dengan bertambahnya jumlah siswa hingga guru dan karyawan, gedung, serta fasilitas lainnya, semakin menambah warna dan keseruan perkembangan sekolah mungil nan menarik ini.



Terkadang, sulit bagi kami untuk meyakinkan masyarakat betapa sekolah ini juga tidak kalah dengan sekolah besar lainnya, karena biasanya setiap orang hanya memandang sekolah kami dengan sebelah mata. Lokasi yang kurang representatif dan fasilitas yang memang tidak selengkap sekolah-sekolah negeri yang ada disekitar kami membuat kesan "negatif" bagi orang yang memandang hanya dari segi fisik  saja. Tapi semua itu tentu saja bukan suatu rintangan yang berarti bagi kami karena prestasi yang kami raih telah membuktikan bahwa sekolah kecil ini ternyata mampu menelurkan sebuah prestasi besar. Kami tetap bersemangat dan akan terus bersemangat untuk memajukan sekolah ini dan mendidik siswa-siswi kami dengan sebaik-baiknya, baik secara akademis, mental, serta spiritual.



Terimakasih telah berkunjung di blog sederhana ini. Kami sangat mengharapkan doa serta masukan dari anda semua agar Sekolah kami tercinta ini terus maju dan menjadi sebuah rumah kedua bagi mereka para generasi muda yang haus akan ilmu yang bermanfaat baik di Dunia dan Akherat.